NitrouZ Daily Blog

Jumat, 17 Desember 2010

mari lembutkan hati kita


               mari lembutkan hati kita

Wow hari sudah mulai manampakkan senyum paginya kawan. Begadang…..emm biar deh, aku senang kawan, biar menurut kesehatan tidak baik, tapi inilah realita kawan, mari kita hargai kenyataan ini.
Ditemani dengan segelas kopi yang mulai habis, tidak ketinggalan asapnya…dan tentu orang yang luar biasa, orang yang telah membantuku mengentaskanku dari jurang kesedihanku, tidak lain dan tidak bukan kawan dia adalah saudaraku….suatu respek yang luar biasa yang entah menjadi Pekerjaan Rumah dalam benakku “dengan apa aku harus membalasnya”.
Tidak bisa aku menjelaskan dengan panjang lebar, karena susah bagiku kawan mengungkapkan dengan kata.
Tapi tetap aku ingin mencoba berbagi denganmu kawan apa itu kebersamaan, apa itu respek, apa itu empati ????? ha…..ha…..ha…..aku bukan sastrawan yang bisa mengolah kata….mari tertawa...hu..huy…
Kawan mari kita lembutkan hati kita, mari kita penuhi relung hati kita dengan semangat yang positif, saling berbagi, saling menerima kelebihan dan kekurangan kita masing-masing. Engkau pasti tahu kawan….aku melihat dengan kepalaku sesuatu yang lebih darimu dan susah untuk aku ungkapkan….engkau unik, dan tak ada yang lebih unik dari kalian semua. Wow kalian sungguh beragam, semangat kalian luar biasa, sungguh aku rasakan itu kawan.
Di pagi yang cerah ini mari-mari kawan kita kibarkan bendera kelembutan hati, kejernihan jiwa untuk respek, menolong sesama,….sekecil apapun itu.
Kawan sudah lama hati dan perasaan kita rindu, sudah lama kita tertipu dengan rasa egois kita…lalu dengan apa kawan kita mengobati itu semua?
Mari kawan kita lupakan semua sakit hati…mari kawan kita sejukkan hati kita, toh kalaupun ada musuh, itu pun umpan balik kawan. Sesungguhnya musuhmu adalah sahabatmu yang terdekat…Kenapa? Karena ia yang selalu bersedia memberikan evaluasi gratis terhadap dirimu (simple bahkan hanya dengan tatapannya).
Mari kawanku kita hiasi hati, mari kita tertawa dan sekaligus menangis untuk kita rasakan bagaimana seharusnya kita mengambil peran dalam hidup ini. Olah perasaanmu kawan untuk menjadi pion-pion berhati.
Sungguh kawan kau pasti merasakan apa yang ku rasa. Sesungguhnya kita satu hati. Kita ada alhasil dari kelembutan.
Kawan sungguh aku ingin berbagi meskipun dengan bahasa yang sederhana,….engkau pasti merasakan apa yang aku rasa dan bagaimanapun itu engkau pasti sama dan bahkan lebih merasakan apa yang aku rasa.
(bangkitlah kawan dengan kelembutan hatimu atas respek sesama)………….