mari lembutkan hati kita
Wow hari sudah mulai manampakkan
senyum paginya kawan. Begadang…..emm biar deh, aku senang kawan, biar menurut
kesehatan tidak baik, tapi inilah realita kawan, mari kita hargai kenyataan ini.
Ditemani dengan segelas kopi yang
mulai habis, tidak ketinggalan asapnya…dan tentu orang yang luar biasa, orang
yang telah membantuku mengentaskanku dari jurang kesedihanku, tidak lain dan
tidak bukan kawan dia adalah saudaraku….suatu respek yang luar biasa yang entah
menjadi Pekerjaan Rumah dalam benakku “dengan apa aku harus membalasnya”.
Tidak bisa aku menjelaskan dengan
panjang lebar, karena susah bagiku kawan mengungkapkan dengan kata.
Tapi tetap aku ingin mencoba
berbagi denganmu kawan apa itu kebersamaan, apa itu respek, apa itu empati
????? ha…..ha…..ha…..aku bukan sastrawan yang bisa mengolah kata….mari tertawa...hu..huy…
Kawan mari kita lembutkan hati
kita, mari kita penuhi relung hati kita dengan semangat yang positif, saling
berbagi, saling menerima kelebihan dan kekurangan kita masing-masing. Engkau
pasti tahu kawan….aku melihat dengan kepalaku sesuatu yang lebih darimu dan
susah untuk aku ungkapkan….engkau unik, dan tak ada yang lebih unik dari kalian
semua. Wow kalian sungguh beragam, semangat kalian luar biasa, sungguh aku
rasakan itu kawan.
Di pagi yang cerah ini mari-mari kawan
kita kibarkan bendera kelembutan hati, kejernihan jiwa untuk respek, menolong sesama,….sekecil
apapun itu.
Kawan sudah lama hati dan
perasaan kita rindu, sudah lama kita tertipu dengan rasa egois kita…lalu dengan
apa kawan kita mengobati itu semua?
Mari kawan kita lupakan semua
sakit hati…mari kawan kita sejukkan hati kita, toh kalaupun ada musuh, itu pun
umpan balik kawan. Sesungguhnya musuhmu adalah sahabatmu yang terdekat…Kenapa?
Karena ia yang selalu bersedia memberikan evaluasi gratis terhadap dirimu
(simple bahkan hanya dengan tatapannya).
Mari kawanku kita hiasi hati,
mari kita tertawa dan sekaligus menangis untuk kita rasakan bagaimana
seharusnya kita mengambil peran dalam hidup ini. Olah perasaanmu kawan untuk
menjadi pion-pion berhati.
Sungguh kawan kau pasti merasakan
apa yang ku rasa. Sesungguhnya kita satu hati. Kita ada alhasil dari
kelembutan.
Kawan sungguh aku ingin berbagi
meskipun dengan bahasa yang sederhana,….engkau pasti merasakan apa yang aku
rasa dan bagaimanapun itu engkau pasti sama dan bahkan lebih merasakan apa yang
aku rasa.
(bangkitlah kawan dengan kelembutan hatimu
atas respek sesama)………….


Tidak ada komentar:
Posting Komentar